Selasa, 20 November 2012

Tantangan Ekonomi, Newsweek Migrasi ke Ranah Online

NEW YORK CITY – Newsweek, majalah mingguan populer Amerika Serikat ini akhirnya memutuskan melakukan perubahan menjadi majalah online. Cetakan terakhir Newsweek akan dilakukan pada 31 Desember.

Tina Brown, pendiri The Daily Beast, mengeluarkan pernyataannya terkait transisi Newsweek. Seperti diketahui Newsweek telah bergabung dengan kempok berita internet Daily Beast sejak dua tahun lalu.

"Keluar dari versi cetak merupakan momen yang sangat sulit bagi kami semua yang mencintai romansa cetak dan persahabatan mingguan unik dari jam-jam sibuk sebelum Jumat malam berakhir. Tapi saat ini, menuju ulang tahun ke 80 Newsweek pada tahun depan, kami harus mempertahankan jurnalisme dan merangkul masa depan yang serba digital," tutur Brown, seperti dilansir dari BBC, Jumat (19/10/2012).

"Keputusan ini bukan tentang kualitas brand atau jurnalisme. Ini semua tentang tantangan ekonomi dari sisi penerbitan cetak dan distribusi," jelasnya.

Newsweek merupakan majalah berita mingguan terbesar kedua di Amerika Serikat, setelah Time.  Tapi sayangnya harus menghadapi kerugian karena menurunnya sirkulasi dan iklan.

Newsweek yang sebelumnya dimiliki Washington Post Company akhirnya dijual kepada Sidney Harman pada Agustus 2010, dan tiga bulan setelah itu bergabung dengan Daily Beast.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar